Kurikulum
Nama :
Ikbal Romadon (11901098)
Kelas :
PAI 4G
Mata
Kuliah : Magang 1
KURIKULUM
A. A. Pengertian
Kurikulum
Kata kurikulum
berasal dari bahasa Latin currere, yang berarti lapangan perlombaan lari. Kurikulum
juga bisa berasal dari kata curriculum yang berarti a running course, dan dalam
bahasa Prancis dikenal dengan carter berarti to run (berlari). Secara
terminologi, kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagai
bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan
dirancangkan secara sistematika atas dasar norma-norma yang berlaku dan
dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi pendidik untuk mencapai tujuan
Pendidikan. Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu kata
curir dan currere yang merupakan istilah bagi tempat berpacu, berlari, dari
sebuah perlombaan yang telah dibentuk semacam rute pacuan yang harus dilalui
oleh para kompetitor sebuah perlombaan. Dengan kata lain, rute tersebut harus
dipatuhi dan dilalui oleh para kompetitor sebuah perlombaan. Konsekuensinya
adalah, siapapun yang mengikuti kompetisi harus mematuhi rute currere tersebut.
Kurikulum adalah perangkat mata
pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga
penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan
kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Kurikulum
merupakan seperangkat pengaturan yang digunakan dalam proses pembelajaran dan
merupakan bagian dari Pendidikan.
B. B. Komponen
Kurikulum
Salah satu fungsi kurikulum ialah
sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum
memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan
berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen
merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak
bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada
atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para ahli berbeda pendapat dalam
menetapkan komponen-komponen kurikulum. Ada yang mengemukakan 5 komponen
kurikulum dan ada yang mengemukakan hanya 4 komponen kurikulum.
Untuk mengetahui pendapat para ahli
mengenai komponen kurikulum berikut Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5
komponen kurikulum, yaitu:
1. Komponen
tujuan.
2. Komponen
isi/materi.
3. Komponen
media (sarana dan prasarana).
4. Komponen
strategi.
5. Komponen
proses belajar mengajar.
Sementara
Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu:
1. Objective
(tujuan).
2. Knowledges
(isi atau materi).
3. School
learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah).
4. Evaluation
(penilaian).
Pendapat
tersebut diikuti oleh Nasution (1988), Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana
Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah komponen yang dikemukakan berbeda, namun
pada intinya sama yakni:
1. Tujuan.
2. Isi
dan struktur kurikulum.
3. Strategi
pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar).
4. Evaluasi.
C. C. Konsep
Kurikulum
Konsep kurikulum terus berkembang
dan bervariasi seiring perkembangan zaman serta perkembangan teori dan
praktiknya. Akan tetapi, dari semua perbedaan tersebut, akhirnya dapat ditarik
kesimpulan atas tiga konsep kurikulum antara lain sebagai berikut:
1. Kurikulum
Sebagai Substansi
Kurikulum
dianggap sebagai suatu rencana kegiatan belajar yang dilakukan siswa di
sekolah. Kurikulum juga dianggap sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai.
Kurikulum
juga dapat diartikan sebagai suatu dokumen yang merumuskan tujuan, bahan ajar,
kegiatan belajar dan mengajar, jadwal, serta evaluasi.
2. Kurikulum
Sebagai Sistem
Kurikulum
adalah bagian dari sistem pendidikan. Sistem yang berlaku dalam kurikulum
terdiri dari struktur personalia dan prosedur kerja tentang cara menyusun suatu
kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, serta menyempurnakannya.
Hasil dari
sistem tersebut adalah tersusunnya suatu kurikulum yang sesuai. Adapun fungsi
dari sistem tersebut adalah untuk memelihara kurikulum yang tengah atau akan
diterapkan agar tetap dinamis.
3. Kurikulum
Sebagai Bidang Studi
Kurikulum
sebagai bidang studi memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu tentang kurikulum
beserta sistemnya.
D. D. Fungsi
Kurikulum
Kurikulum dalam pendidikan memiliki
beberapa fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi
kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan
Fungsi
kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai
dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak
akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan
pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama,
idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dsdengan demikian,
dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka:
a) Kurikulum
merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
b) Kuriulum
merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses
belajar mengajar, guna mencapai tujuan- tujuan itu,
c) Kurikulum
merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan
baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
2. Fungsi
Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan Kurikulum
a) Sebagai
alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan,
b) Sebagai
pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini
meliputi:
· Jenis
program pendidikan yang harus dilaksanakan,
· Cara
menyelenggarakan setiap jenis program Pendidikan,
· Orang
yang bertanggung jawab dan melaksanakan program Pendidikan
3. Fungsi
kurikulum yang ada di atasnya:
a) Fungsi
Kesinambungan Sekolah pada tingkat atasnya harus mengetahui kurikulum yang
dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat menyesuaikan kurikulm yang
diselenggarakannya.
b) Fungsi
Peniapan Tenaga Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang mempersiapkan tenaga
guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik mengenai isi,
organisasi, maupun cara mengajar.
4. Fungsi
Kurikulum Bagi Guru
Guru tidak
hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai dengan kurikulum yang
berlaku, tetapi juga sebagai pengembanga kurikulum dalam rangaka pelaksanaan
kurikulum tersebut.
5. Fungsi
Kurikulum Bagi Kepala Sekolah
Bagi kepala
sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberhasilanprogram
pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai
dan mengontrol, apakah kcegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan itu
berpijak pada kurikulum yang berlaku.
6. Fungsi
Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor)
Bagi para
pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan, atau
ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan
dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
7. Fungsi
Kurikulum Bagi Masyarakat
Melalui
kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui apakah
pengetahuan, sikap, dan nilaiserta keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau
tidak dengan kuri-kulum suatu sekolah.
8. Fungsi
Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan
Instansi
atau perusahaan yang memper-gunakan tenaga kerja yang baik dalamarti kuantitas
dan kualitas agar dapat meningkatkan produktivitas.
Sebagai
rangkaian rencana demi terwujudnya tujuan pendidikan, tentu kurikulum memiliki
beberapa fungsi. Berikut adalah fungsi dari kurikulum.
1. Fungsi
Penyesuaian
Kurikulum
memiliki sifat mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan
yang cenderung dinamis.
2. Fungsi
Integrasi
Kurikulum mampu
menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta
berintegritas di masyarakat.
3. Fungsi
Diferensiasi
Kurikulum
merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan kepada setiap peserta
didik yang mana mereka memiliki perbedaan masing-masing yang patut untuk
dihargai.
4. Fungsi
Persiapan
Sebagai alat
pendidikan, kurikulum berfungsi untuk membantu mempersiapkan peserta didik
untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan berikutnya, serta siap untuk hidup
bermasyarakat apabila peserta didik tersebut tidak melanjutkan pendidikannya.
5. Fungsi
Pemilihan
Kurikulum
memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi mereka kesempatan untuk
memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.
6. Fungsi
Diagnostik
Kurikulum
berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik
agar dia dapat menggali terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya.
Sedangkan
untuk peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami
materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target
pembelajaran dapat tercapai.
Selain itu,
peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja
menjadi bekal di kehidupannya nanti.
E. Tujuan
Kurikulum
Sebagai alat
pendidikan, tentu kurikulum diciptakan bukan tanpa tujuan. Bahkan, kurikulum
muncul dan terus berkembang agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Tujuan utama
kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi
serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia
berada pada lingkungan masyarakat kelak. Selain itu, kurikulum juga bertujuan
untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara
positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
F. Landasan
Filosofis Kurikulum
Sebuah kurikulum pendidikan pada
umumnya disusun dan dikembangkan berdasarkan berbagai landasan, seperti
landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikologis, dan landasan organisator.
Landasan filosofis memerankan fungsinya sebagai pijakan elementer dari sebuah
pembentukan konsep kurikulum pendidikan. Hal ini sesuai dengan makna yang
dikandung oleh nuansa falsafah yang dalam konteks moderen dipahami sebagai ilmu
yang berusaha untuk memahami semua hal yang muncul di dalam keseluruhan lingkup
pengalaman manusia yang diharapkan agar dapat mengerti dan mempunyai pandangan
menyeluruh dan sistematis mengalami alam semesta (universe) dan tempat bagi
manusia sebagai bagian dari dunia (Barnadib,1999 :11). Menurut S.Nasution
(2006: 10), sekurang-kurangnya ada tiga dimensi kefilsafatan yang harus
dipertimbangkan ketika akan merancang kurikulum, antara lain adalah falsafah
pendidikan, falsafah Negara, dan falsafah lembaga pendidikan.
Filsafat pendidikan tidak lain
adalah pelaksanaan pandangan dan kaedah filsafat dalam bidanng pendidikan yang
menentukan prinsip-prinsip kepercayaan terhadap berbagai masalah pendidikan.
Filsafat pendidikan sebagai salah satu cabang dari kajian filsafat berusaha
mengkaji masalahmasalah pendidikan di mana secara filosofis, kurikulum
merupakan alat pemasukan (input instrumental) sebagai sarana terwujudnya proses
kegiatan pendidikan dan berarti pula sarana tercapainya tujuan pendidikan
(Nurgianto, 1988: 29). Selain filsafat pendidikan, filsafat bangsa dengan corak
dan modal dasar serta nilai budaya suatu bangsa sesungguhnya penting
dipertimbangkan ketika merancang konsep kurikulum pendidikan. Filsafat bangsa
biasanya merupakan akumulasi nilai dari semua suku, agama, golongan, dan
kepentingan politik pada sebuah Negara yang selalu diarahkan agar semua program
pendidikan diorientasikan untuk menjaga dan mengembangkan filsafat tersebut.
Dalam tatanan ini, pada dasarnya sangat dibutuhkan adanya korelasi yang
signifikan antara filsafat suatu bangsa dengan nilai-nilai pendidikan yang
selanjutnya dapat dirumuskan dalam bentuk filsafat pendidikan nasional di suatu
Negara tersebut. Unsur ketiga dari dimensi kefilsafatan selain filsafat
pendidikan dan filsafat bangsa adalah aspek lembaga pendidikan. Bentuk filsafat
lembaga pendidikan ini dapat diketahui dari misi (mission), visi (vision) dan
tujuan instutisional suatu lembaga pendidikan. Biasanya filsafat suatu lembaga
pendidikan jarang sekali dinyatakan secara jelas, spesifik, dan eksplisit dalam
bentuk tertulis (Abdullah, 1999: 60).
Menurut S.Nasution
(Nasution,1989:21), dalam merumuskan sebuah filsafat lembaga pendidikan secara
tertulis setidaknya perlu memiliki komponen seperti:
1. Alasan
rasional mengenai eksistensi lembaga pendidikan itu.
2. Prinsip-prinsip
pokok yang mendasarinya.
3. Prinsip-prinsip
dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
4. Prinsip-prinsip
pendidikan mengenai hakikat anak, hakikat proses belajar-mengajar, dan hakikat
pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Suryadi. 2020. Pengembangan Kurikulum. Sukabumi : CV Jejak
Majid
Abdur. 2017. Pengembangan Kurikulum.
Sleman : CV BUDI UTAMA
Komentar
Posting Komentar